LiputanBola.tk - Mitra Kukar kalah 1-4 dari Bhayangkara FC dalam laga lanjutan Liga 1. Menurut pelatih Jafri Sastra, timnya kalah telak karena mental pemain drop setelah terkena hukuman penalti.
Bermain di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (21/7/2017) sore, Mitra Kukar sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Otavio Dutra pada menit ke 14. Tapi, mereka bisa menyamakan kedudukan dimenit ke 33 lewat sundulan Marclei Cesar sekali gus menutup babak pertama dengan skor 1-1.
Dibabak kedua, situasi berubah untuk Mitra Kukar, Mereka dihukum penalti setelah pemain Mitra Kukan dianggap menjatuhkan Paulo Sergio.
Keputusan itu sempat membuat seluruh pemain Mitra Kukar meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes, Namun, Wasit Adi Riyanto tidak mengubah keputusannya, laga pun berlanjut dengan Paulo Sergio maju mengeksekusi penalti dan bola berhasil dijebloskan, skor menjadi 2-1 untuk Bhayangkara.
Di sisa waktu, Mitra Kukar kemasukan dua gol lainnya yang diborong oleh Guy Junior. Guy Junior mencetak gol di menit ke-82 dan menit ke-88 untuk Bhayangkara FC.
Seusai laga, Jafri menilai kekalahan telak timnya tak lepas dari runtuhnya mental pemain setelah dihukum penalti. Bahkan, akibatnya lini belakang jadi tak bisa menjalankan komunikasi antarpemain dengan baik.
"Penalti mengubah mental pemain kami. Mereka jadi tidak fokus dengan pertandingan. Semoga ke depannya tidak ada lagi keputusan-keputusan yang merugikan kami, yang berdampak hilangnya mental pemain," kata Jafri.
"Dua gol terakhir jadi bukti (hilangnya mental). Pemain lawan sampai dua kali bisa berhadapan dengan kiper. Barisan belakang kami tidak berkomunikasi dengan baik," katanya.


No comments:
Post a Comment